Chicken skin atau dalam istilah medis disebut keratosis pilaris merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil kasar seperti kulit ayam. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa mengganggu estetika dan menyebabkan ketidaknyamanan. Lalu, chicken skin karena apa? Apa saja faktor yang menyebabkannya dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.
Penyebab Chicken Skin
Chicken skin terjadi akibat penumpukan keratin, yaitu protein yang melindungi kulit dari infeksi dan zat berbahaya. Ketika keratin menumpuk dan menyumbat folikel rambut, terbentuklah benjolan kecil yang terasa kasar. Berikut beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya chicken skin:
1. Faktor Genetik
Genetika memiliki peran penting dalam munculnya chicken skin. Jika salah satu atau kedua orang tua memiliki kondisi ini, kemungkinan besar anaknya juga akan mengalaminya.
2. Kulit Kering dan Kondisi Kulit Tertentu
Orang dengan kulit kering lebih rentan mengalami chicken skin. Selain itu, kondisi kulit seperti eksim (dermatitis atopik) dan psoriasis juga bisa menjadi pemicunya.
3. Perubahan Hormon
Perubahan hormon yang terjadi selama masa pubertas, kehamilan, atau menopause dapat meningkatkan risiko munculnya chicken skin.
4. Rhinitis Alergi
Orang yang memiliki riwayat rhinitis alergi, asma, atau kondisi alergi lainnya lebih rentan mengalami keratosis pilaris.
5. Faktor Lingkungan
Udara yang terlalu kering, misalnya di ruangan ber-AC atau daerah dengan iklim dingin, dapat memperparah chicken skin. Kulit yang tidak cukup lembap akan lebih mudah mengalami iritasi dan penyumbatan keratin.
6. Kebiasaan Perawatan Kulit yang Kurang Tepat
Tidak menggunakan pelembap secara rutin, menggunakan sabun yang mengandung alkohol, serta sering mencukur atau waxing dapat memperburuk kondisi chicken skin.
Cara Menghilangkan Chicken Skin
Walaupun tidak berbahaya, banyak orang ingin mengatasi chicken skin karena dapat mengganggu penampilan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
1. Menggunakan Pelembap Secara Rutin
Pelembap sangat penting untuk mencegah kulit menjadi semakin kering. Pilih pelembap yang mengandung ceramide, glycerin, hyaluronic acid, atau shea butter agar kulit tetap lembap dan mempercepat regenerasi kulit.
2. Eksfoliasi dengan Lembut
Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati dan mencegah penumpukan keratin di folikel rambut. Anda bisa menggunakan scrub lembut atau bahan alami seperti oatmeal dan gula untuk eksfoliasi kulit.
3. Gunakan Krim dengan Kandungan Eksfoliasi
Krim dengan kandungan salicylic acid, alpha hydroxy acid (AHA), atau urea dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki tekstur kulit. Produk ini tersedia dalam bentuk krim yang bisa dibeli di apotek.
4. Hindari Mandi Air Panas Terlalu Lama
Air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit dan membuatnya lebih kering. Sebaiknya, mandi dengan air hangat selama maksimal 10 menit dan gunakan sabun tanpa pewangi yang lembut di kulit.
5. Gunakan Sunscreen
Paparan sinar matahari berlebihan dapat membuat kondisi chicken skin semakin parah. Oleh karena itu, gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 setiap kali keluar rumah untuk melindungi kulit dari efek buruk sinar UV.
6. Menghindari Gesekan Berlebih pada Kulit
Mengenakan pakaian yang terlalu ketat atau sering menggosok kulit dengan kasar dapat memperburuk kondisi chicken skin. Gunakan pakaian berbahan lembut dan hindari menggosok kulit terlalu keras saat mandi.
7. Terapi Laser dan Mikrodermabrasi
Jika perawatan rumahan tidak cukup efektif, Anda bisa mempertimbangkan perawatan medis seperti terapi laser atau mikrodermabrasi. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi bintil-bintil akibat chicken skin.
Bisakah Chicken Skin Dicegah?
Walaupun tidak dapat sepenuhnya dicegah, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risikonya:
- Gunakan pelembap setiap hari, terutama setelah mandi.
- Hindari produk perawatan kulit yang mengandung alkohol atau pewangi yang keras.
- Gunakan sabun dengan pH seimbang untuk menjaga kelembapan kulit.
- Eksfoliasi kulit secara teratur, tetapi jangan berlebihan.
- Hindari mencukur atau waxing terlalu sering, karena bisa menyebabkan iritasi.
Kesimpulan
Jadi, chicken skin karena apa? Kondisi ini terjadi akibat penumpukan keratin yang menyumbat folikel rambut. Faktor seperti genetika, kulit kering, perubahan hormon, dan kebiasaan perawatan kulit yang kurang tepat dapat memperparah kondisi ini. Meskipun tidak berbahaya, chicken skin dapat diatasi dengan perawatan yang tepat, seperti penggunaan pelembap, eksfoliasi, dan terapi medis jika diperlukan.
Untuk mengurangi risiko chicken skin, penting untuk menjaga kelembapan kulit, menggunakan produk perawatan yang tepat, dan menghindari faktor pemicu yang memperparah kondisi kulit ini.
A PHP Error was encountered
Severity: Notice
Message: Undefined variable: artikel_terkait
Filename: views/content.php
Line Number: 2981
Backtrace:
File: /home/jujutsu/objectright.com/application/views/content.php
Line: 2981
Function: _error_handler
File: /home/jujutsu/objectright.com/application/controllers/Content.php
Line: 98
Function: view
File: /home/jujutsu/objectright.com/index.php
Line: 315
Function: require_once
A PHP Error was encountered
Severity: Warning
Message: Invalid argument supplied for foreach()
Filename: views/content.php
Line Number: 2981
Backtrace:
File: /home/jujutsu/objectright.com/application/views/content.php
Line: 2981
Function: _error_handler
File: /home/jujutsu/objectright.com/application/controllers/Content.php
Line: 98
Function: view
File: /home/jujutsu/objectright.com/index.php
Line: 315
Function: require_once
